Kamis, 21 Juni 2007

Situs Resmi Sukma Sunda

Kahirupan urang sunda kiwari upama dibandingkeun jeung kahirupan ceuk carita dina jaman bihari, tetela geus jauh pisan bedana. Ceuk saliwat mah asa teu kudu jadi masalah, mana kitu ge luyu jeung kamekaran jaman, luyu jeung babasaan “ngindung ka usum ngabapa ka jaman” nu cenah beuki dieu beuki maju.


Hanjakal, bedana bangsa Sunda tina kahirupanana anu baheula, upama dibandingkeun jeung bangsa-bangsa sejen anu sarua ngalaman parobahan, bet asa loba pisan bedana. www.sukma-sunda.com
Baca selengkapnya...

Rabu, 20 Juni 2007

Angkat Seni Tradisi Jadi tak Membosankan

SUATU hari, di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Kota Bonn, Jerman, tepatnya 1 Oktober 1985, diadakan peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Usai acara, Duta Besar Indonesia Laksamana Ashadi Cahyadi dan atase pendidikan Dr. Soedijarto, tiba-tiba mengusulkan pada Muhammad Nu'man Somantri, Rektor IKIP Bandung saat itu, untuk membentuk sebuah orkestra angklung.

Usul itu didasarkan pada kenyataan, bahwa masyarakat Eropa umumnya hanya mengenal tari Jawa dan Bali, sebagai citra seni budaya Indonesia. Sayang sekali, bukan?

Usul yang baik itu pun segera ditanggapi Nu'man, dengan membentuk tim dan berlatih intensif selama 8 bulan. Tak sia-sia, akhirnya tim orkestra angklung itu, untuk pertama kalinya bisa tampil di Jerman dan Prancis dengan memukau.

Ya, itulah sekelumit kisah berdirinya Keluarga Besar Bumi Siliwangi (Kabumi) UPI. Campur tangan Nu'man tak bisa dilepaskan dalam pembentukan Kabumi, yang kini terkenal sebagai unit seni kebudayaan kampus yang aktif. Selama kurang lebih 20 tahun ini, Kabumi eksis. Kalau mengurut daftar pengalaman penampilannya, tentu saja bisa jadi daftar panjang.

Beberapa di antaranya, Kabumi UPI, sejak 1986 hingga 2003, selalu tampil sebagai pengisi acara di Istana Negara dalam rangka jamuan makan malam kenegaraan. Sejak 1986 Kabumi tampil di Prancis, Inggris, Eropa, Belgia, Spanyol, Belanda, Jerman, Peru, Malaysia, hingga Jepang, untuk Diplomasi Kebudayaan dan International Folklore dan Cultural Mission.

Dengan pengalaman segudang, tak heran Kabumi menarik minat banyak mahasiswa, khususnya di UPI. Kabumi termasuk salah satu UKM yang difavoritkan dengan jumlah pendaftar bisa mencapai 300-an.

Agar tak monoton

Tujuan dibentuknya Kabumi adalah menggali, melestarikan, dan mengembangkan seni tradisional dari seluruh nusantara (dominannya dari Jawa Barat). Kalimat tadi tampak membosankan? Ya, itu pun sedikit banyak diakui Billy, Sekretaris Kabumi. Dituturkannya, dulu sebelum masuk Kabumi, ia memang agak cuek dengan seni tradisional.

"Tapi setelah masuk, dengan sendirinya saya jadi bangga dengan kesenian kita," kata Billy kepada Kampus, ketika bertandang ke Sekretariat Kabumi, Sabtu (16/12).

Bagaimana tidak? Di Kabumi, seni tradisional, dari mulai tari sampai angklung, jadi begitu indah. Bukan semata-mata karena memang sudah bagus, tapi juga para anggota Kabumi kerap melakukan sentuhan inovasi di dalamnya.

Dalam mengaransemen lagu pakai angklung, misalnya, mereka mengeksplorasinya dari klasik, pop, sampai dangdut. "Kita harus menampilkan hal-hal baru. Makanya di pergelaran angklung kami, ada koreografinya. Ada penari latar, ada vokal, pokoknya lebih semarak. Katanya kan angklung hanya bisa didengar, tapi sebenarnya bisa dilihat juga," kata Ami, pengurus Kabumi bidang materi angklung.

Asal tak mengubah makna, inovasi bisa dilakukan. Karena, kata Ami, banyak anak muda yang jauh dari seni tradisional, seperti angklung. "Padahal, ini salah satu kekayaan kita, yang katanya malah mau dipatenkan negara lain," ucap Ami.
dewi irma kampus_pr@yahoo.com


Baca selengkapnya...

Selasa, 05 Juni 2007

What is KABUMI?

One of the policies conducted by Universitas Pendidikan Indonesia is to build and develop Indonesian tradition art. KABUMI UPI, an organization active in traditional art was established in Bonn, West Germany on October 1, 1985 by Prof. Dr. H. Nu'man Sumantri and Mrs. Rd. Djam'ah Wilaga Sumantri. KABUMI UPI was established in consideration and devotion particulary toward the diversity of West Java art and Indonesian traditional art general. Since its initial stage of establishment, KABUMI UPI has an integral characteristic and its activities are open to all people who interested in the creativity and grandeur in Indonesian traditional art.

PERFORMANCES WITHIN THE COUNTRY - Cultural show performances at the Indonesian Presidential Palace since 1989 in State's Banquet. Up to 2004, approximately 124 performances have been conducted at the Istana Negara. - Cultural shows conducted upon request, among others, various events staged at UPI Campus, West Java Taman Budaya, Gedung Merdeka, Gedung Preanger, PT. Telkom, Ministry of Education and Culture, Kodam III Siliwangi, Bali Surakarta dan Yogyakarta Tour, Papandayan Hotel, ect.

OVERSEAS PERFORMANCES - 1986, Art Diplomacy and International Foklore Festival in Germany and France - 1988, Art Diplomacy and International Foklore Festival in Germany and UK - 1989, Art Diplomacy and International Foklore Festival in Scotland and UK - 1990, People Art Festival in Malaysia - 1991, Art Diplomacy and International Foklore Festival in Spain, France, and Swiss - 1994, Art Diplomacy and International Foklore Festival in Netherlands, Belgium, France and Spain - 1995, Art Diplomacy in Polland, Bellarus, Chech and Germany - 1996, International Foklore Festival in Netherlands and Germany - 1997, Indonesian Japan Frienship Festival in Japan - 1999, Art Diplomacy in Japan - 2000, Art Diplomacy in South Africa - 2004, Art tour to Malaysia, Mexica and Peru - 2005, Cultural Mission to Japan

Baca selengkapnya...