Rabu, 30 Mei 2007

Sosok Dibalik Angklung (1)

Siapa yang ngga kenal Angklung?, sudah banyak orang yang mengenal alat musik yang satu ini. Dibalik nama besar alat musik ini tentunya ada banyak orang yang sudah turut membesarkan nama Angklung baik di dalam negeri sendiri maupun di luar negeri. Sebut saja Pak Daeng Soetigna, tokoh dan pencipta angklung Padaeng, Mang Udjo (Alm), Pak Eddy, dan Pak Obby AR. Nama-nama tersebut adalah sebagian nama yang berjasa besar untuk angklung.

Hari jum’at tanggal 1 Juni 2007, team site KABUMI-Tokyo berhasil mewawancarai salah seorang yang erat dengan alat musik Angklung, di dapur guru Sekolah RI Tokyo-Japan. Haris Sungkawa ,beliau memaparkan seputar pengalaman dan kesan pesan untuk Angklung.
Untuk Anak-anak KABUMI Universitas Pendidikan Indonesia, Nama Haris Sungkawa sudah tidak asing lagi di mata mereka temasuk dimata penulis. Nama itu sering ada di sekian banyak lembaran partitur Angklung di sanggar KABUMI UPI.

Kang Haris, begitu panggilan team untuk beliau, adalah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bilogi angkatan 82 dan salah satu anggota KABUMI angkatan pertama. Pada tahun 1995 Kang Haris Sungkawa harus meninggalkan KABUMI IKIP Bandung (Sekarang UPI) Karena mendapat tugas untuk mengajar di Sekolah RI Tokyo. Konon katanya, sebelum KABUMI diresmikan berdiri, Kang Haris dan Anggota KABUMI lain yang kebanyakan Dosen dan Dharma Wanita IKIP (sekarang UPI), pertama kali berlatih Angklung di Gedung Garnadi IKIP tahun 1985 dengan pelatih Pak Udjo dan kemudian ditambah dengan Pa Eddy Permadi...karena Beliau lebih banyak berkecimpung menggarap Angklung Padaeng (diatonik)... sedangkan Pak Udjo lebih banyak di Angklung pentatonik. Kebetulan saat itu bingkai pertunjukkannya adalah pesta panen. Disamping itu, Pak Obby A.R dan Pak Sanui Edia banyak juga perannya dalam memulai kiprah perkembangan angklung Kabumi.
Kegiatan berlatih Angklung KABUMI waktu itu bertempat di PSB (Pusat Sumber Belajar) IKIP Bandung tepatnya di belakang ASPA (Asrama Putra). Kemudian pada tanggal 1 Oktober 1985, KABUMI diresmikan berdiri Oleh Pak Nu’man Sumantri di Born-Jerman Barat

Berikut hasil wawancara team dengan beliau:

Apakah ada basic khusus dalam berkesenian untuk Kang Haris?

“Bagi saya, tidak ada basic khusus dalam berkesenian. Dari kecil, saya sudah terbiasa dan dihadapkan dengan segudang kegiatan berkesenian. Dari kecil saya sudah mengenal Angklung, suling dan gamelan. Mungkin dari kebiasaan itulah semuanya berjalan sampai sekarang.”

Bagaimana cara Kang Haris membuat sebuah partitur Angklung?

“Awalnya dari mencoba-coba, mempelajari dan mengamati. Sering muncul pertanyaan dalam benak saya ketika berhadapan dengan partitur apalagi ketika saya mencoba partitur untuk dimainkan, apakah salah arransment-nya? Atau salah yang memainkannya? Sehingga lagu yang saya coba arransment kurang enak untuk didengar. Dari hal-hal seperti itu, pengetahuan dan pengalaman saya terus bertambah dari hari ke hari. Bagi saya, musik Angklung sifatnya matematik, lain halnya dengan meng-arransment lagu, hal yang matematik tersebut mau tidak mau harus dilengkapi dengan pengetahuan lain yang terkadang harus saya cari tau sendiri, sebut saja pengetahuan tentang harmonisasi. Saat arransment selesai dibuat (biasanya di kertas terlebih dahulu), kemudian saya coba, dan saya perbaiki sampai saatnya saya torehkan diatas kain putih. Banyak juga dari sekian banyak Arransment dibuat khusus sesuai dengan karakter dan gaya penyanyinya.”

Partitur yang paling berkesan bagi Kang Haris?

“Dari sekian banyak partitur di KABUMI yang saya buat, ada beberapa partitur yang paling berkesan untuk saya, sebut saja Skater Waltz, Rinai Hujan, dan Sepanjang Jalan Kenangan. Bagi saya, membuat arransment dan partitur adalah suatu kepuasan tersendiri, dalam artian banyak harapan selama pembuatannya. Harapannya…bunyi Angklung saat dimainkan diusahakan sesuai dengan keinginan saya pada saat meng-arransment lagu”.

Selain membuat arransment lagu untuk Angklung, karya-karya apalagi yang Kang Haris buat untuk Angklung?

“Saya pernah membuat Cakram Konversi dan Tabel Harmoni not angka, Cakram konversi adalah sebuah media sebagai hasil dari gubahan bentuk tabel Angklung yang dibuat dengan bentuk melingkar. Yang mendasari pembuatan “Cakram Konversi” tersebut adalah mengingat begitu susahnya membaca kolom dan baris pada table Angklung. Dengan adanya Cakram Konversi ini harapan saya bias memberikan kemudahan kepada kita saat bermain angklung.”

Selama bergelut dengan dunia Angklung, nilai-nilai apa yang berbekas dan yang Kang Haris dapatkan?

“Pertama, tentunya teman, saya semakin banyak teman, yang saya rasakan sampai sekarang, nilai-nilai kekeluargaan sesama anggota Angklung terus terbina dengan baik, silaturahmi diantara anggota yang semakin tinggi juga. Selain teman, juga banyak pengalaman. Pengalaman sungguh sangat mewarnai hidup saya dan berkaitan secara tidak langsung dengan pekerjaan”.

Harapan Kang Haris untuk Angklung?

“Ada banyak harapan, walau kiprah saya di dunia angklung sudah sedikit terbatas untuk saat ini dikarenakan satu dan lain hal. Tapi di balik itu semua, saya masih menyimpan banyak harapan, diantaranya berharap Angklung bisa menjadi “alat musik standar internasional” yang diakui keberadaannya secara internasional juga.”

Demikian hasil obrolan pertama kami dengan Kang Haris Sungkawa, nantikan obrolan berikutnya tentang pengalaman Kang Haris Sungkawa selama di Jepang.
(Dhany | team-KABUMI |tokyo)

Baca selengkapnya...

Senin, 28 Mei 2007

Testing Script Image sama Video Kabumi

Sukses euy...hhehehe, video berjalan dengan baik dan cepat..tapi saya browsing di Jepang, ngga tau kalo aksesnya di Indonesia!!!, tapi mudah-mudahan cepat jugalah, udah di kompres dengan teliti juga, eh...kalo ada yang akses dari Indonesia atau dari negara lain, tolong kasih tau kami dong kecepatan akses videonya?!, berjalan baik ngga? Baca selengkapnya...